Berita
Jumat, 22 Februari 2019

KADIS PARIWISATA KABUPATEN PAKPAK BHARAT NARASUMBER GELAR WICARA PADA PERINGATAN HARI BAHASA IBU 2019 DI BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN BAHASA , KEMENDIKBUD

Dalam rangka Peringatan Hari  Bahasa Ibu 2019, Badan Pengembangan dan Pembinaan  Bahasa ( Badan Bahasa), KEMENDIKBUD Gelar Wicara dan Penampilan Tunas  Bahasa Ibu dengan mengambil Thema “ Menjaga Bahasa Daerah, Merawat Kebhinekaan”, pada kamis (21/02/2019) di Gedung Samudera,Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di Rawamangun, Jakarta. Pembicara dalam gelar wicara ini adalah Kepala Badan Bahasa Prof.Dr. Dadang Suhendar, M.Hum. Pj Bupati Pakpak Bharat Sumatera Utara, Dr. H. Asren Nasution, M.A, Ahli Linguistik Universitas Indonesia Prof. Dr. Mutamia MRT Rauder, serta Sastrawan Batak Saut Tambunan.

Prof. Dr. Dadang Suhendar, M.Hum menyatakan bahwa topik  Bahasa Ibu di dunia Internasional tetap menjadi isu penting, ketika Bahasa Daerah di dunia mulai banyak yang punah. Keanekaragaman Bahasa semakin terancam karena banyaknya bahasa yang hilang. “setiap dua minggu rata-rata satu bahasa hilang”. Hal ini setara dengan hilangnya warisan Budaya dan Intelektual Bahasa Bangsa itu sendiri, ujarnya.

Pada kesempatan Pemapar kedua, materi disampaikan oleh Kadis Pariwisata Pakpak Bharat Drs. Bambang Sunarjo Banurea mewakili Pj Bupati Pakpak Bharat yang diundang menjadi Pembicara dalam gelar wicara tersebut, namun karena padatnya agenda Beliau Pj Bupati Pakpak Bharat menugaskan Drs. Bambang Sunarjo Banurea selaku Kadis Pariwisata sebagai narasumber pada acara tersebut. Mengawali paparannya Drs. Bambang Sunarjo Banurea menyampaikan permohonan maaf Bapak Bupati tidak bisa secara langsung hadir menjadi pembicara sebagai mana yang sudah diagendakan panitia kegiatan, karena ada agenda pemerintahan yang harus di hadiri Beliau semoga tidak mengurangi makna acara kita hari ini,  ujarnya. Kami Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat menyampaikan rasa terima kasih kepada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang telah memberi tempat untuk mempromosikan Bahasa Pakpak dengan mengundang Pemkab Pakpak Bharat sebagai Narasumber pada Gelar Wicara ini. Lebih lanjut Drs. Bambang Sunarjo Banurea menyatakan peran Pemerintah Daerah melindungi Bahasa dan Sastera Daerah sebagai bagian dari Kekayaan Budaya Indonesia diamanatkan dalam UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan  Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Adapun topik materi yang disampaikan Kadis Pariwisata Kabupaten Pakpak Bharat adalah ‘’ NYANYIAN ODONG-ODONG PADA MASYARAKAT PAKPAK’’, sebagai salah satu Sastera Daerah Pakpak. Disebutkan Nyanyian Odong-Odong Masyarakat Pakpak merupakan suatu bentuk kecintaan masyarakat pakpak dibidang seni yang merupakan salah satu sarana penyaluran  ungkapan perasaan si pelantun nyanyian tersebut. Bentuk teks Nyanyian ini selalu berubah-ubah sesuai dengan ungkapan perasaan si Pelantun Odong-Odong. Umumnya di lantunkan oleh laki-laki ketika mengambil Getah Kemenyan di tengah Hutan. Di tengah sesi penyampaian materi, Kadis Pariwisata mengundang Indra Cibro dari Pakpak Center untuk melantunkan Odong-Odong. Peserta Gelar Wicara sangat terpukau atas penampilan Odong-Odong tersebut. Diakhir paparannya Drs. Bambang Sunarjo Banurea menyampaikan bahwa Pelestarian Sastera Pakpak dan Bahasa Pakpak sangat penting agar bisa semakin bertambah Penutur Bahasa dan Pelantun Sastera.

Berbagai upaya yang sudah dilakukan Pemkab Pakpak Bharat yaitu :

  1. Diterbitkannya PERDA No 3 tahun 2016 tentang Pelestarian Budaya Pakpak
  2. Menggelar berbagai Event Budaya
  3. Memasukkan Bahasa Pakpak dan Sastera Pakpak dalam pelajaran Muatan Lokal di Sekolah-Sekolah.


AYO MARI LESTARIKAN BAHASA DAN SASTERA PAKPAK…,,,,,,,,,,,,NJUAH-NJUAH……..,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


   


LOGIN E-KINERJA
Copyright © 2019 Kabupaten Pakpak Bharat. All Right Reserved