Adat Pakpak

Asal-usul dan persebaran orang Pakpak

Senin, 12 Januari 2015

Pakpak biasanya dimasukkan sebagai bagian dari etnis Batak, sebagaimana Karo, Mandailing, Simalungun, dan Toba. Orang Pakpak dapat dibagi menjadi 5 kelompok berdasarkan wilayah komunitas marga dan dialek bahasanya, yakni:

1.Pakpak Simsim, yakni orang Pakpak yang menetap dan memiliki hak ulayat di daerah

Simsim. Antara lain marga

Berutu Banurea

Sinamo Boang manalu

Padang Sitakar

Manik Lingga

Tinendung Kabeaken

Limbong Cibro

Solin dll

Dalam administrasi pemerintahan Republik Indonesia, kini termasuk dalam wilayah Kabupaten Pakpak Bharat.

2.Pakpak Kepas, yakni orang Pakpak yang menetap dan berdialek Keppas.

Antara lain marga

Ujung Angkat

Bintang Capah

Bako Kudadiri

Maha Gajah Manik

Gajah dll.

Dalam administrasi pemerintahan Republik Indonesia, kini termasuk dalam wilayah Kecamatan Silima Pungga-pungga, Tanah Pinem, Parbuluan, dan Kecamatan Sidikalang di Kabupaten Dairi.

3.Pakpak Pegagan, yakni orang Pakpak yang berasal dan berdialek Pegagan. Antara lain

Marga

Lingga Maibang

Matanari ManikSiketang dll

Dalam administrasi pemerintahan Republik Indonesia, kini termasuk dalam wilayah

Kecamatan Sumbul, Pegagan Hilir, dan Kecamatan Tiga Lingga di Kabupaten Dairi.

4.Pakpak Kelasen, yakni orang Pakpak yang berasal dan berdialek Kelasen. Antara lain marga

Tumangger Anak ampun

Siketang Kesogihen

Tinambunan Maharaja

Meka Beras

Mungkur dll

Dalam administrasi pemerintahan Republik Indonesia, kini termasuk dalam wilayah Kecamatan Parlilitan dan Kecamatan Pakkat (di Kabupaten Humbang Hasundutan), serta Kecamatan Barus (di Kabupaten Tapanuli Tengah).

5.Pakpak Boang, yakni orang Pakpak yang berasal dan berdialek Boang. Antara lain marga Sambo, Penarik, dan Saraan. Dalam administrasi pemerintahan Republik Indonesia, kini termasuk dalam wilayah Singkil (Nanggroe Aceh Darussalam).

Berikut ini adalah nama marga-marga pada suku pakpak:

Anakampun

Angkat

Bako

Bancin

Banurea

Berampu

Berasa

Beringin

Berutu

Bintang

Boangmanalu

Capah

Ceun

Dabutar

Cibro

Gajah Manik

Gajah

Kabeaken

Kesogihen

Kaloko

Kombih

Kudadiri

Lembeng

Lingga

Maha

Pinayungen

Maharaja

Manik

Matanari

Meka

Maibang

Mungkur

Padang

Padang Batanghari (BTH)

Pasi

Penarik Pinayungan

Pohan

Sambo

Saraan

Sagala

Sikettang

Sinamo

Sitakar

Sitongkir

Solin

Saing

Tendang

Tinambunan

Tinendung

Tumangger

Turutan

Ujung

Meskipun oleh para antropolog orang-orang Pakpak dimasukkan sebagai salah satu sub etnis Batak di samping Toba, Mandailing, Simalungun, dan Karo. Namun, orang-orang Pakpak mempunyai versi sendiri tentang asal-usul jatidirinya. Berkaitan dengan hal tersebut sumber-sumber tutur menyebutkan antara lain (Sinuhaji dan Hasanuddin,1999/2000:16):

Keberadaan orang-orang Simbelo, Simbacang, Siratak, dan Purbaji yang dianggap telah mendiami daerah Pakpak sebelum kedatangan orang-orang Pakpak. Penduduk awal daerah Pakpak adalah orang-orang yang bernama Simargaru, Simorgarorgar, Sirumumpur, Silimbiu, Similang-ilang, dan Purbaji. Dalam lapiken/laklak (buku berbahan kulit kayu) disebutkan penduduk pertama daerah Pakpak adalah pendatang dari India yang memakai rakit kayu besar yang terdampar di Barus. Persebaran orang-orang Pakpak Boang dari daerah Aceh Singkil ke daerah Simsim, Keppas, dan Pegagan.

Terdamparnya armada dari India Selatan di pesisir barat Sumatera, tepatnya di Barus, yang kemudian berasimilasi dengan penduduk setempat.

Berdasarkan sumber tutur serta sejumlah nama marga Pakpak yang mengandung unsur keindiaan (Lingga, Maha, dan Maharaja), boleh jadi di masa lalu memang pernah terjadi kontak antara penduduk pribumi Pakpak dengan para pendatang dari India. Jejak kontak itu tentunya tidak hanya dibuktikan lewat dua hal tersebut, dibutuhkan data lain yang lebih kuat untuk mendukung dugaan tadi. Oleh karena itu maka pengamatan terhadap produk-produk budaya baik yang tangible maupun intangible diperlukan untuk memaparkan fakta adanya kontak tersebut. Selain itu waktu, tempat terjadinya kontak, dan bentuk kontak yang bagaimanakah yang mengakibatkan wujud budaya dan tradisi masyarakat Pakpak sebagaimana adanya saat ini. Untuk itu diperlukan teori-teori yang relevan untuk menjelaskan sejumlah fenomena budaya yang ada.

Jumlah etnis Pakpak sekarang ini baik yang bertempat tinggal di Pakpak maupun di luar Pakpak lebih kurang 500.000 orang. Adapun dari masing-masing tersebut diatas adalah sbb:

a. Si Haji dengan keturunannya bermaga Padang, Brutu dan Solin.

b. Si Raja Pako tempat di Sicike-cike dengan keturunannya Marga Ujung Angkat, Bintang Capah, Sinamo, Kudadiri dan Gajah Manik (Si Pitu Marga)

c. Pubada dengan keturunannya Manik, Beringin, Tendang, Bunurea, Gajah, Siberasa.

d. Ranggar djodi

e. Mbello (Perbaju bigo) Menurut kisah telah tenggelam oleh suatu peristiwa.

f. SANGGIR dengan keturunannya Tumangger, Tinambunan, Anakampun, Meka, Mungkur, Pasi, Pinayungen.

sumber :http://manik17.wordpress.com/sejarah-budaya-pakpak/


LOGIN E-KINERJA
Copyright © 2022 Kabupaten Pakpak Bharat. All Right Reserved